Teori Hubungan.
Sepasang pacar, atau suami istri, sering diawali oleh ketertarikan akan wajah, sifat, dan kelakuan, lalu mereka pacaran, atau menikah. Dan mulailah perjalanan panjang kehidupan bersama. Apa yang membuat kehidupan bersama itu gagal atau sukses? Ada 5 hal yang menentukan hubungan sepasang anak manusia.
1. Fisik. Wajah yang cantik, wajah yang tampan. Kasih sayang yang dinyatakan dalam hubungan antar tubuh. Mulai dari perawatan tubuh, wanginya badan, sentuhan, belaian, dan hubungan sex.
2. Lingkungan dan budaya. Karena kedua orang dibesarkan dalam keadaan yang berbeda, maka kebiasaanpun berbeda, keluargapun berbeda. Yang satu suka rapi, satunya berantakan. Yang satu ingin privasi, satunya membawa 8 sepupu kalau mau pergi menonton.
3. Intelektual. Otak kiri. Tingkat kedalaman dan kelebaran dan bidang pemikiran, yang membuat komunikasi menjadi cair, dan mengalir. Otak kita juga membutuhkan penyegaran, dan “sparing partner” dalam berhubungan. Komunikasi kita didukung oleh intelek kita, dan perbedaan yang jauh akan merepotkan.
4. Emotional. Tingkat saling pemahaman emosi, yang menjadi landasan otak kanan kita, bila saling menunjang dan mempunyai frequensi yang sama, akan menunjang hubungan kedua orang. Emosi bukannya harus selalu sama, tetapi harus dapat saling menunjang.
5. Belief system. Keyakinan, agama, spirituality. Sering ini menjadi batu sandungan dalam hubungan. Perbedaan keyakinan, apalagi bila tidak didasari pada kemauan untuk saling memahami, akan membuat perbedaan melebar.
Pemahaman ini diharapkan dapat membuat kita berpikir kembali akan hubungan kita, baik antara sepasang anak manusia yang baru pacaran, ataupun telah menikah 50 tahun. Kelima area ini merupakan area yang penting dalam kesatuan dan persatuan dua anak manusia.
Sabtu, 26 Desember 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar